Harga plastik global yang melambung memicu lonjakan harga air mineral kemasan. Produsen mulai menyesuaikan harga jual akibat pembengkakan biaya produksi.

Kenaikan harga bahan baku plastik berdampak langsung pada lonjakan harga air minum dalam kemasan di tingkat pedagang. Dalam waktu singkat, harga mengalami kenaikan bertahap yang membebani konsumen.
Air minum kemasan gelas tercatat naik rata-rata Rp 3.000 per dus, sementara kemasan botol meningkat sekitar Rp 4.000 per dus. Kenaikan tersebut disebut berasal dari pihak pabrik akibat melonjaknya harga plastik.
Pedagang air kemasan di Jalan Raya Bluto–Muncek, Sumenep, Jawa Timur, Abd Gafur mengatakan dirinya tidak memiliki pilihan selain mengikuti harga dari distributor.
“Dari pabrik sudah naik, awalnya Rp12.000 per kardus, sekarang jadi Rp 15.000 per dus,” ujar Abd. Gafur Kamis, 16 April 2026.
Ia mengungkapkan, kenaikan terjadi secara bertahap. Harga air kemasan gelas sempat naik Rp 2.000, kemudian kembali naik Rp 3.000 dalam waktu yang tidak lama. Akibatnya pelanggan banyak yang mengeluh.
Kenaikan harga terjadi pada seluruh merek, termasuk produk lokal Sumenep. Hal ini disebabkan terdampak langsung naiknya biaya bahan kemasan.
Di sisi lain, konsumen mulai melakukan penyesuaian. Salah seorang warga, Anas, mengaku terpaksa mengurangi konsumsi air minum dalam kemasan untuk menekan pengeluaran.
“Sekarang harus dihitung lagi antara kebutuhan dan biaya, saya kurangi konsumsi karena ekonomi terbatas,” kata Anas.
Menurutnya lonjakan harga ini menambah tekanan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Mereka harus menyesuaikan kebutuhan di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.