Goodie Bag Jadi Solusi Saat Tak Ada Kresek, Imbas Larangan Kantong Plastik
Banjarmasin sejak beberapa tahun terakhir telah menerapkan aturan larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai. Ini dilakukan untuk mengurangi sampah plastik di Banjarmasin. Praktis, minimarket tak menyediakan kresek lagi. Warga didorong menggunakan tas yang tak sekali pakai, termasuk goodie bag. Kini, banyak mini market menyediakan tas spunbond itu. Kantong goodie bag ini dijual dengan harga bervariasi, mulai dari Rp2.000 hingga Rp6.000.
Jika sebelumnya kantong plastik diberikan gratis sebagai bagian dari pelayanan, kini menggantinya dengan goodie bag jika lupa bawa kantong belanja.
“Saya sering membeli makanan dan kebutuhan dapur di minimarket. Saya harus membayar lebih untuk membeli tas belanja yang harganya berkisar Rp3 ribu bahkan lebih untuk membawa pulang belanjaan karena kasir tidak menyediakan kantong plastik,” ujar Iki, warga Banjarmasin.
Meski begitu, tidak semua warga merasa terbebani. Sebagian justru memanfaatkan tas spunbond tersebut dengan baik. Para ibu rumah tangga, misalnya, menyimpan tas belanja agar bisa digunakan kembali di kemudian hari.
“Mama di rumah tuh menyimpan khusus isinya tas-tas dari belanjaan di minimarket,” ujar Irah, warga Banjarmasin.
Memang, sejak Peraturan Wali Kota nomor 18 tahun 2016 yang berlaku mulai 1 Juni 2016 lalu, program diet kantong plastik di ritel dan pasar modern mulai berlaku di kota seribu sungai. Dan dari hasil perhitungan, selama tahun 2017, Kota Banjarmasin telah berhasil mencegah 57 juta lembar kantong plastik beredar. Dan hal itu sama dengan mengurangi hampir 30 persen sampah di kota ini