Buat Janji Sekarang Juga

0821 5111 7206

Jl. Raya PLP Curug, Tangerang, Banten 15810

cs@camelosatu.com

Edit Template

Harga plastik naik gila-gilaan! Pembeli syok, biasanya Rp 20.000 kini tembus Rp 40.000. Kenaikan 100% ini sangat memberatkan warga dan pedagang kecil di pasar.

Para pedagang di pasar tradisional mulai membatasi penggunaan kantong plastik. Hal ini dilakukan untuk mengurangi modal tetap usaha seiring kenaikan harga plastik imbas perang di Timur Tengah.

Kondisi ini tentu sangat berimbas ke para pembeli produk plastik di pasar, yang mana mayoritas adalah pedagang makanan atau pemilik kantin. Sebab kenaikan harga ini langsung membuat modal mereka untuk berdagang meningkat pesat.

Salah satunya ada Bagas, penjual bakmi Jawa yang kerap membeli wadah makanan plastik atau thinwall untuk pembelian yang dibawa pulang. Ia mengatakan kenaikan harga ini sudah mulai dirasakan sekitar dua minggu lalu, namun saat itu kenaikan harga belum separah ini.

“Sekarang parah sih, biasa beli Rp 20.000 – 25.000, sekarang Rp 40.000,” kata Bagas saat membeli thinwall di Pasar Gondangdia, Kamis (9/4/2026).

Pada akhirnya ia mengaku di tempatnya berjualan, khusus untuk pembelian dibawa pulang dikenakan tambahan biaya sebesar Rp 2.000 per bungkus. Sementara untuk makan ditempat, harga masih sama dan tak mengalami perubahan.

“Ya paling kita tambah Rp 2.000 buat yang dibungkus, kalau makan di tempat masih sama,” ujarnya singkat.

Hal serupa juga disampaikan oleh Naya, pemilik warung nasi di dekat Stasiun Gondangdia, yang datang ke pasar untuk membeli wadah styrofoam yang ternyata juga ikut mengalami kenaikan.

“Ini (styrofoam) naik juga lah. Ini yang isi 100 biasanya Rp 30.000, ini Rp 40.000,” ucap Naya.

Selain menggunakan wadah styrofoam, warung makannya juga kerap menggunakan thinwall untuk bungkus makan atau pesanan dalam jumlah banyak. Sebab ia hanya menggunakan wadah styrofoam untuk pesanan yang akan dibagi-bagikan di jalan.

“Kalau styrofoam buat besok, buat berbagi doang. Kalau dibungkus biasa tetap pakai thinwall. Aku thinwall biasanya kan beli online. Biasanya dulu Rp 37.000, sekarang jadi Rp 54.000 – 55.000,” terangnya.

Kondisi ini tentu membuat Naya menjadi bingung, sebab kenaikan harga modal beli plastik ini tak bisa diiringi dengan kenaikan harga jual di warungnya. Takut pelanggan pindah ke warung lain karena kenaikan harga.

“Bingung mau naikin harga. Karena customer itu kan mereka cari perbandingan harga gitu loh. Tapi itu plastik naik Rp 6.000 sekarang. Kantong plastik (kresek) sedang yang putih kayak gini tuh Rp 20.000. Dulu Rp 14.000, naik Rp6.000. Gelas buat minum kayak es teh manis gitu sekarang jadi Rp 22.000, dulu kita beli Rp 18.000,” tutur Naya.

“Serba salah kitanya, mau dinaikin dilema, nggak dinaikin dilema. Ya kalau gini terus bertahap lah naiknya, pelan-pelan,” ucapnya lagi sembari memikirkan kemungkinan adanya kenaikan harga jual ke depan.

ada juga pelanggan yang sengaja membeli plastik kresek dengan harga lebih murah saat mengetahui harga plastik kresek putih sedang yang biasa ia beli sudah naik cukup tinggi.

Balas Artikel

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Postingan Teratas

  • All Posts
  • Berita
  • Camelo Satu
  • Edukasi
  • Pabrik Tas Spunbond

Kategori Postingan

Kami lebih dari sekadar pabrik tas spunbond. Kami adalah tim yang berdedikasi untuk menghadirkan solusi berkualitas dan berkelanjutan yang memberdayakan bisnis Anda serta mendukung masa depan yang lebih hijau — mulai dari lantai pabrik kami hingga ke tangan Anda.

© CAMELOSATU 2025 PABRIK TAS SPUNBOND

Quick Links

Faq

Contact

Jl. Raya PLP Curug No.76, Kadu, Kec. Curug, Kabupaten Tangerang, Banten 15810

0821 5111 7206

cs@camelosatu.com

Partner Kami