Buat Janji Sekarang Juga

0821 5111 7206

Jl. Raya PLP Curug, Tangerang, Banten 15810

cs@camelosatu.com

Edit Template

Harga plastik naik 40%! Produsen snack kini dilema: pilih kurangi porsi atau ganti kemasan ramah lingkungan? Strategi baru demi tekan biaya produksi.

TangerangCamelosatu Kenaikan harga plastik memengaruhi bisnis makanan ringan mengingat penggunaan kemasan yang mayoritas masih mengandalkan material plastik.

Dampak ini salah satunya dirasakan oleh PT Jaya Swarasa Agung Tbk (TAYS), produsen makanan ringan (snack) Tays Bakers.

Corporate Secretary TAYS Dinna Afrianti mengatakan bahwa sejak konflik Timur Tengah yang menutup Selat Hormuz, reaksi telah muncul dari vendor dan pemasok material perusahaan. Pasalnya, ia mengungkap kenaikan harga plastik rata-rata sudah di atas 40% dari harga normal.

“Hal ini kami anggap tidak wajar karena komponen packaging merupakan hal yang vital dari produk final dan berdampak langsung pada cost of goods sold (COGS),” ujarnya kepada Kontan, Selasa (21/4/2026).

Dari sisi pasokan, Dinna bilang, biasanya perusahaan diberikan alokasi stok kemasan dengan harga lama dan kuota tertentu. Namun, tahun ini kuota tersebut nihil lantaran tak ada stok yang siap kirim dari pasar bahan baku.

Dus, produsen untuk produk wafer roll, cokelat, kraker, snack jagung, hingga biskuit ini melakukan sejumlah strategi penyesuaian. Di kanal tradisional, TAYS memilih untuk tak mengerek harga, tetapi menyesuaikan pada gramasi dan kemasan agar harga produk masih terjangkau bagi konsumen.

“Sementara di kanal modern, kami melakukan diversifikasi kemasan, harga, dan daya tarik (excitement), sehingga mampu memberi alasan kepada konsumen untuk membeli,” jelas Dinna.

Ke depan, ia menyampaikan, TAYS akan terus mengeksplorasi untuk menentukan strategi final dalam merespons perubahan pasar. Ini mengingat setiap keputusan strategis perusahaan akan berdampak langsung pada investasi.

Setali tiga uang, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turut merasakan peningkatan harga material kemasan plastik makanan ringan pada jenis tertentu, meskipun tak merinci besaran kenaikan. Seperti diketahui, MYOR menawarkan produk biskuit, kembang gula, wafer, cokelat, kopi, hingga makanan kesehatan dengan sejumlah merek.

Manajemen MYOR menjelaskan, hingga saat ini perusahaan belum berencana menyesuaikan harga jual. Sebab, melonjaknya harga kemasan dikompensasi oleh menurunnya harga komoditas utama seperti kopi dan kakao.

“Namun, kami terus memantau perkembangan harga bahan baku dan bahan penunjang lainnya, termasuk potensi kenaikan akibat fluktuasi harga minyak dunia,” jelas manajemen MYOR, Rabu (22/4/2026).

Selain kemasan, MYOR juga tengah mengawasi pergerakan harga bahan baku seperti minyak sawit (palm oil) dan minyak kelapa (coconut oil) yang tengah merangkak naik.

Di lain sisi, MYOR juga melirik peluang dari pengisian ulang stok setelah pembatasan operasional truk saat periode Lebaran. “Hal ini diperkirakan akan meningkatkan penjualan di kuartal II-2026 ini,” imbuh manajemen MYOR.

Balas Artikel

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Postingan Teratas

  • All Posts
  • Berita
  • Camelo Satu
  • Edukasi
  • Pabrik Tas Spunbond

Kategori Postingan

Kami lebih dari sekadar pabrik tas spunbond. Kami adalah tim yang berdedikasi untuk menghadirkan solusi berkualitas dan berkelanjutan yang memberdayakan bisnis Anda serta mendukung masa depan yang lebih hijau — mulai dari lantai pabrik kami hingga ke tangan Anda.

© CAMELOSATU 2025 PABRIK TAS SPUNBOND

Quick Links

Faq

Contact

Jl. Raya PLP Curug No.76, Kadu, Kec. Curug, Kabupaten Tangerang, Banten 15810

0821 5111 7206

cs@camelosatu.com

Partner Kami