Harga plastik naik, tekan biaya produksi air kemasan. Produsen dilema naikkan harga atau pangkas margin. Beban operasional berat, ancam stabilitas industri!

Kenaikan harga plastik kembali menekan biaya produksi industri air minum dalam kemasan. Pegawai PT Sembilan Pilar Utama, Muhammad Yogi Yusuf, mengatakan kenaikan tersebut membuat harga air kemasan harus disesuaikan. Harga per dus naik sebesar Rp3.500 agar operasional perusahaan tetap berjalan.Ia menyebutkan harga bahan baku plastik melonjak hingga 70 persen, sehingga berdampak langsung pada peningkatan biaya pembuatan setiap produk.
Menurut Yogi, reaksi mitra usaha dan pengecer juga menunjukkan kekecewaan. Banyak di antara mereka mengurangi jumlah pembelian dibandingkan sebelumnya. Meski demikian, aktivitas produksi di gudang tetap berlangsung setiap hari untuk memenuhi kebutuhan pasar.
“Kenaikan harga bahan baku plastik sudah mencapai 70 persen dan ini berdampak langsung pada biaya produksi. Karena harga plastik meningkat, harga air kemasan terpaksa ikut naik sebesar Rp3.500 per dus agar operasional perusahaan tetap berjalan,” ujarnya.
Yogi menambahkan bahwa perusahaan khawatir apabila harga plastik terus naik. Biaya pengemasan dan ketersediaan bahan baku dikhawatirkan menjadi kendala karena beberapa pemasok mulai membatasi jumlah pengiriman plastik.
Perubahan kondisi harga bahan baku menuntut industri air minum dalam kemasan untuk lebih adaptif dalam menjaga kelangsungan produksi. Meski tekanan biaya semakin meningkat, perusahaan berharap suplai air kemasan tetap stabil sehingga kepercayaan mitra usaha dan konsumen dapat terjaga.